Maret 21, 2013

Makalah Manusia dan Peradaban



Manusia dan peradaban
(Makalah Ilmu social budaya dasar)
logo RUN D3 Fisioterapi.jpg
       Dosen pembimbing
       Ahmad tamizi, S.sy

Oleh kelompok 4
Afriwansyah
Melda Ramadona
Noer Rezeki Arvellina
Siti Rahmah

Tingkat 1 DIII Fisioterapi
Fakultas ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan
Univesitas Abdurrab
2012

Kata pengantar

          Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya kepada kita semua. Terima  kasih untuk orang tua kita semua yang selalu memberikan cinta kasihnya. Terima kasih untuk dosen ISBD, Bapak Tarmizi yang selalu memberikan bimbingan kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini  dengan judul  “MANUSIA DAN PERADABAN”.

               Pembuatan makalah ini merupakan salah satu tugas mahasiswa untuk memenuhi nilai diskusi dan praktek ISBD .
      
               Kami juga mengharap kritik dan saran dari semua pihak yang dapat kami jadikan koreksi dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik mungkin sehingga akan menghasilkan hasil yang memuaskan dan sesuai keinginan.




                                                                          Pekanbaru, Oktober  2012


                                                                        Penyususun
                                                                     




 




DAFTAR ISI

            Kata pengantar
            Daftar isi
            BAB I PENDAHULUAN
a.    Latar belakang masalah
b.    Rumusan masalah
BAB II PEMBAHASAN 
a.    Pengertian
b.    Perjalanan peradapan
c.    Hubungan manusia dan peradapan
BAB III PENUTUP
a.    Kesimpulan 
b.    Penutup
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN
                  
                  
            Setiap kebudayaan adalah sebagai jalan atau arah di dalam bertindak dan berpikir, sehubungan dengan pengalaman-pengalaman yang fundamental, dan sebab itulah kebudayaan itu tidak dapat dilepaskan dengan individu dan masyarakat.Pada masa sekarang istilah kebudayaan dan peradaban tidak mempunyai perbedaan atau batasan yang jelas. Pengertian yang umum dipakai yaitu bahwa peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang bertujuan untuk memudahkan dan mensejahterakan hidup, misalnya :
·         Ilmu teknik yang melahirkan alat-alat atau mesin-mesin untuk mempraktiskan,memberi kemudahan kepada manusia.
·         Pulpen pengganti bulu sebagai pena yang memberi kemudahan.Hubungan antara keduanya ternyata menentukan pengertian perbedaan, yaitu ternyata manifestasi cara berpikir dan merasa untuk mempraktiskan dan memberikan kemudahan dalam kehidupan.

a.    Latar Belakang Masalah
            Dalam pembicaraan sehari-hari amatlah mudah kita mengucapkan “kebudayaan” dan “peradaban”. Tetapi kalau ditanyakan pada kita apakah itu budaya  dan apakah itu peradaban, barulah disadari bahwa menyusun definisinya tidak semudah memakai kata nya.
b.    Rumusan Masalah
Ø  Apakah pengertian manusia, kebudayaan dan peradaban?Apakah perbedaan antara kebudayaan dan peradaban?
Ø  Apakah hubungan antara manusia dan peradaban?





BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN PERADABAN

A.   Pengertian

      Terdapat dua istilah yang saling berkaitan, yaitu kebudayaan dan peradaban. Mengenai kedua istilah ini mempunyai pengertian yang bertentangan menurut para ahli, antara lain:

1. Bieren de hann
     • Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tekhnik.
     • Kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni, yang  berada di atas tujuan yang praktis hubungan masyarakat.

2. Oswald Spengl
      • Peradaban adalah kebudayaan yang sudah mati
      • Kebudayaan adalah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat, dan   sebagainya.

3. prof. Dr. Koentjoroningrat
     • peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang halus dan indah.
                    Konsep peradaban tidak lain adalah perkembngan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi,  spiritual yang terlihat pada masyarakatnya.
                             Kebudayaan merupakan kelanjutan yang bertahap kearah yang semakin kompleks. Di mana ubsur-unsur kebudayaan terintegrasi menjadi satu system budaya dan memiliki keterkaitan antara ketujuh unsur kebudayaan universal yaitu system teknologi, peralatan, sistem mata pencarian, organism, sosial, religi, dan bahasa.

B.   Perjalanan peradaban

            Dalam perjalanan peradaban manusia ada suatu fenomena  yang harus dihadapi  yaitu terjadinya benturan peradapan.  Hutington menyebut dengan istilah  clash civilization. Pada zaman modern,  hutington  meyakini bahwa peradapan-peradapan yang muncul  akan menimbulkan
 proses benturan-benturan. Benturan itu terjadi bisa  antara peradapan barat dan peradapan timur. Bisa juga karena perbedaan ideology.
            Satu hal yang tidak boleh terjadi adalah berhenti mempelajari  peradapan manusia . peradapan manusia  harus terus dikaji atau dipelajari.  Sejarah  peradapan manusia dari tiap masa tidak boleh hilang, karena dari  belajar peradapan  dimasa lalu itulah kita bisa becermin  untuk mengembangkan  peradapann manusia mendatang.

1.    Hakikat hidup manusia
          Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi, yaitu:
·         sebagai makhluk Tuhan
·         makhluk individu
·         makhluk sosial budaya
       Sebagai makhluk sosial,manusia akan membentuk suatu masyarakat yang akan melahirkan suatu bentuk kebudayaan.
Kebudayaan dapat diterima atau diperoleh dalam tiga bentuk, yaitu melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan, melalui pengalaman hidup sebagai makhluk sosial, dan melalui komunikasi simbolis (benda, tubuh, gerak tubuh, peristiwa, dan lain-lain).
Setiap kebudayaan itu berbeda namun pada hakikatnya memiliki kesamaan yaitu :
1. Terwujud dan tersalur lewat perilaku manusia
2.  Sudah ada sejak lahirnya generasi dan tetap ada setelah penggant lahir.
3. Diperlukan manusia yang diwujudkan melalui tingkahlaku
4. Berisikan aturan yang terdiri dari kewajiban tindakan yang diterima atau tidak,serta larangan dan pantangan.

2.    Peradaban dan perubahan sosial
a.  Pengertian dan cakupan perubahan sosial
            perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat, merujuk pada satu pengertian yang intinya, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi aspek kehidupan.
b.  Teori dan bentuk perubahan
Ø  Teori sebab akibat
      teori ini didasarkan pada:
      • analisis dialektis
      • teori tunggal mengenai perubahan sosial

Ø  Teori proses atau arah perubahan sosial
      teori ini mempunyai dasar asumsi bahwa sejarah manusia ditandai adanya gejala pertumbuhan, dasar teori ini antara lain:
      • teori evolusi unilinier
      • teori multilinear
3.    Teori-teori mengenai pembangunan, keterbelakangan, dan ketergantungan.
a.  Teori Depedensi
            Semua peristiwa sosial yang terjadi itu ada sebabnya, adanya teori ini yang menjadi titik tolak kehidupan ekonomi menyebabkan terjadinya keterbelakangan karena adanya penyerahan penghasilah ke daerah pusat.
b. Penyebab perubahan
            Adanya introspeksi dan interaksi sosial, pola pikir, kualitas dan kuantitas masyarakat mendorong adanya perubahan sosial. Selain itu menurut Soerjono Soekanto penyebab perubahan sosial ini didasarkan pada:
            1. fakator intern
            2. faktor ekstern
c. .keseimbangan
            keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang


C. Hubungan manusia dan peradapan
Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bisa terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa dan karsa itu akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu budaya. Nah, dari hal itulah kebudayaan akan mengalami kemajuan sehingga dikatakan sebagai peradaban.
Contoh :
zaman dahulu, manusia menanam karet dan hanya menunggu hasil berdasarkan kemampuan alam untuk memproduksi. Tetapi sekarang tidak lagi karena ada perkembangan seperti pupuk, dan itu akan menumbuhkan karet dengan cepat.
           
·         Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
A. Individu dan masyarakat
            1. Manusia sebagai makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu apabila unsur-unsur tersebut tidak terbagi atau dapat dikatakan tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh.
            2. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia dikatakan makhluk sosial apabila kita tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Menurut Mead, pengembangan diri manusia berlangsung beberapa tahap, yaitu:
• Play stage (bermain)
• Game stage (bertanding)
• Significant other (bersama orang dekat)
• Generalized other (bersama masyarakat secara umum)
Sedangkan agen-agen dari tahap-tahap tersebut meliputi:
• Keluarga
• Teman sebaya
• Sekolah
• Media masa

·         Manusia, nilai, moral dan hukum
A. Hakekat nilai moral dalam kehidupan manusia
            1. Nilai moral sebagai materi pendidikan
Dalam bidang filsafat memunculkan salah satu cabang yang disebut aksiologi (nilai) yang kajian utamanya yaitu estetika (keindahan).
            2. Nilai moral diantara pandangan objektif dan subjektif
Penilaian objektif berarti memandang nilai dan meskipun tanpa ada yang menilainya, bahkan nilai ada sebelum adanya penilai, sedangkan objektif berarti nilai yang datangnya tergantung pada subjek penilai.
            3. Makna nilai bagi manusia
Pada intinya nilai itu penting bagi manusia, di luar pemahaman nilai ini dipandang mendorong manusia karena adanya ketertarikan dari luar, sehingga nilai dipandang sebagai kegiatan menilai iu sendiri.

·         Manusia dan hukum
            Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan aturan yang disebut hukum. Sehingga hukum dianggap tuntutan yang berorientasi pada ketertiban, kedilan, keamanan. Dengan demikian hukum sebagai kaedah sosial tidak lepas dari niali yang ada dalam masyarakat.
C. Hubungan hukum dan moral
            Walaupun diantara keduanya terdapat perbedaan, di mana perbedaan antara hukum dan moral, yakni:
• Hukum dibukukan secara sistematis (UU)
• Hukum mengatur manusia dalam batasan lahiriah, sedangkan moral menyangkut batin.
• Hukuman terhadap pelanggaran hukum bersifat memaksa, sedang terhadap moral tidak.

·         Manusia, Keragaman dan Kesederajatan

A. Makna keragaman dan kesederajatan
            Keragaman adalah kondisi dimana di dalamnya terdapat berbagai perbedaan baik ras, agama, dan keyakinan, sedangkan kesederajatan adalah sama tingkatan (pangkat, kedudukan), dimana adanya perbedaan tetap berada pada satu tingkatan atau kedudukan yang sama.
B. Problematika diskriminasi
            Diskriminasi adalah tindakan yang melakukan pembedaan terhadap individu atau kelompok karena status, kelas ekonomi, dan kondisi fisik. Faktor-faktor yang menyebabkan diskriminasi antara lain:
• Persaingan yang semakin ketat di berbagai bidang
• Adanya tekanan dari yang kuat pada yang lemah
• Ketidak berdayaan kaum miskin
·         Manusia, Sains, Tekhnologi dan Seni
A. Pengertian
1. Sains
            Sain adalah ilmu pengetahuan yang teratur (sistematis) yang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita.
2. Konsep tekhnologi
            Tekhnologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Adapun tekhnologi ada tiga macam, yaitu:
            • Tekhnologi modern
            • Tekhnologi madya
            • Tekhnologi tradisional
3. Seni
            Seni  merupakan keahlian membuat karya yang bermutu

B. Makna sain, teknologi dan seni bagi manusia
1. Perkembangan tekhnologi
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dapat mendatankan kemakmuran materi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru, kita dapat memperoleh hasil.
2. Iptek dan nilai
            Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi bergerak cepat, sehingga perlu ditanggapi dan diperisapkan dalam menghadapinya sesuia kebutuhan bangunan. Tekhnologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, tekhnologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Manusia sebagai subjek dan objek iptek
            Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Dengan iptek tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat bermanfaat dalam berbagai bidang, antara lain:
            • Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan
            • Dalam bidang kedoteran dan kesehatan
            • Dalam bidang telekomunikasi
            • Dalam bidang pertahanan dan keamanan

·         Manusia dan Lingkungan

A. Pengertian manusia dan lingkungan
            Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan. Sedangkan lingkungan merupakan suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan dan memiliki karakter serta fungsi yang khas.

B. Korelasi antara manusia dan lingkungan
            Lingkungan hidup manusia: tempat manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya.

C. Sumber alam
            Sumber alam digolongkan menjadi dua bagian:
• Sumber alam yang dapat diperbarui (biotik)
• Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (abiotik)

D. Iptek dan kelestarian hidup
            Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup.

                                                       


BAB III
PENUTUP

kesimpulan

Manusia, masyarakat, dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam arti yang utuh. Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu, yang telah cukup lama, dan mempunyai aturan-aturan yang mengatur mereka, untuk menuju tujuan yang sama.
Jadi manusia itu  tidak dapat dipisahkan dengan peradaban. 

















DAFTAR PUSTAKA

           Tim Penulis.2010. Bahan Ajar: Ilmu Sosial dan Budaya Dasar .Unit PenerbitanUniversitas Negeri Jakarta: Jakarta.

            Prasetya, Joko Tri. 1991.Ilmu Budaya Dasar . Rineka Cipta: Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar